Kamis, 30 Juni 2016

Menulis Buku Best-Seller

Menulis Buku Best-Seller Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Buku best-seller menarik untuk diperbincangkan.

Secara logika, kalau disebut best-seller, pastilah buku tersebut tercatat sebagai satu-satunya buku yang “terlaris” atau “paling laris”. Artinya, novel yang best-seller, tentulah merupakan satu-satunya novel yang terlaris di antara novel-novel lain yang beredar saat itu. Buku lain mungkin “terlaris” sebagai buku komik, buku keuangan, buku panduan (how-to), buku swa-bantu (self-help), buku politik, psikologi populer, filsafat, dan sebagainya. Intinya, karena disebut sebagai yang “terlaris”, maka tentunya cuma satu.

Buku saya yang bertajuk Menjadi Manusia Pembelajar (Penerbit Buku Kompas, 2000), sempat menjadi buku best-seller selama beberapa tahun untuk kategori nonfiksi. Maksudnya, buku tersebut adalah buku nonfiksi yang paling laris menurut data Penerbit Buku Kompas. Buku itu mengalami 3-4 kali cetak ulang dalam tiga bulan pertama masa peredarannya di pasar. Dan saya sebagai penulisnya tidak melakukan apapun yang spektakuler, revolusioner, atau gilaan-gilaan dalam r
... baca selengkapnya di Menulis Buku Best-Seller Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senyuman di Langit Awangga

Senyuman di Langit Awangga Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Awan mendung menggelayut langit Awangga. Angin dingin berhembus menerkam kebahagian. Semua berganti muram. Awangga telah lelah dipermainkan oleh alam. Dan saat ini negara itu telah jatuh dalam kemurungan. Kesedihan melanda seluruh istana.

Tangisan lirih menggema dari sudut ruangan besar di kaputren. Sebuah ranjang tergeletak dengan sesosok tubuh diatasnya. Terdengar suara isak tangis tertahan. Hari ini apa yang telah dikuatirkan oleh Dewi Surtikanti benar-benar terjadi.

Sejak semalaman kegelisahan dan kebimbangan hatinya terus hinggap, meskipun kata-kata penenang terucap dari Prabu Karna. Semalam adalah malam tersingkat dalam hidupnya. Ia merasa tidak ada lagi yang mampu menopang hidupnya kali ini. Semua telah pergi.

Orang yang dicintainya telah tiada untuk selamanya. Masih terngiang jelas di benaknya. Sentuhan lembut suami tercinta. Masih terasa di tangannya genggaman cinta yang diberikan oleh Prabu Karna. Masih terdengar suara menenangkan suaminya, ketika meminta ijin untuk pamit pergi kesokan hari. Masih tergambar roman muka penuh cinta yang ditampakkan oleh Prabu Karna kepadanya. Bahkan Dewi Surtikanti masih terbayang kecupan lembut di pipinya sebagai penghantar t
... baca selengkapnya di Senyuman di Langit Awangga Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 29 Juni 2016

Wiro Sableng #73 : Guci Setan

Wiro Sableng #73 : Guci Setan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

SATU

Lereng gunung Merbabu di stu malam buta tanpa bulan tanpa bintang.
Udara dingin bukan kepalang. Kegelapan menghitam di mana-mana. Di beberapa tempat behkan sulit ditembus pandangan mata. Di kejauhan lapat-lapat terdengar suara lolongan anjing. Ketika angin malam bertiup segala sesuatunya laksana membeku dalam dingin yang luar biasa.
Sekali terdengar lolongan anjing di kejauhan. Tiba-tiba di selatan lereng gunung kelihatan ada yala api bergerak cepat sekali menuju ke timur. Bersamaan dengan itu terdengar suara menderu tak berkeputusan seperti ada sesuatu yang menggerus menjalar perut gunung.

Dalam kegelapan yang kini mendapat cahaya terang dari nyala api ternyata ada empat sosok tinggi besar bergerak menuju ke timur. Sosok pertama adalah seorang laki-laki berpakaian serba hitam. Baujnya tidak berkancing. Dadanya kelihatan penuh ditumbuhi bulu lebat. Bulu ini juga tampak di sepanjang kedua lengan dan kakinya. Tampangnya yang sangar dan buas hampir tertutup oleh rambut gondrong awut-awutan, kumis lebat riap-riapan menjuntai bibir serta brewok cambang bawuk yang meranggas liar. Sepasang matanya kelihatan merah dan berkilat-kilat oleh nyala api. Sebenarnya orang ini belum mencapai usia empat puluhan namun keadaan dirinya yang seperti itu membu
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #73 : Guci Setan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 27 Juni 2016

The One to be Blamed

The One to be Blamed Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Mentari dhuha pagi ini begitu hangat menyentuh kedua pipi Safira. Namun, kehangatan itu dirasakan panas baginya. Dengan gelisah gadis itu melongokkan kepala ke selatan, berharap sebuah kendaraan roda empat bertuliskan Sinar Jaya mendekat ke arahnya. Dan untuk kesekian kalinya ia menengok penunjuk waktu yang melingkar di pergelangan tangannya, sudah pukul 06.50. Mata Safira membelalak dan ia semakin gelisah, kenapa harus di hari pertama masuk sekolah? batinnya.

Dengan kesal ia menyalahkan keadaan, menyalahkan waktu yang berputar terlalu cepat. Padahal ia merasa sudah bangun pagi-pagi sekali, bahkan saat para ayam jago pun belum berkokok untuk menandakan pergantian malaikat pagi dan malam. Itu pun ia secepat kilat bergegas mempersiapkan keperluan MOS yang sebenarnya sederhana tapi ribet mempersiapkannya. Safira jadi menyalahkan panitia MOS yang menurutnya terlalu kejam. Bagaimana bisa memberi tugas segini banyak padahal baru dikasih tahu kemarin? Keterlaluan.. gerutunya tadi pagi. Untuk sekedar membuat cocard saja ia membutuhkan waktu sampai muadzin mengumandangkan pangg
... baca selengkapnya di The One to be Blamed Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 25 Juni 2016

The Last Song For Mom

The Last Song For Mom Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di pesisir pantai Taman Ria, terlihat seorang gadis yang berambut panjang sepinggang. Rambutnya teracak-acak karena hembusan angin malam di pantai tersebut.
“Deva, kamu ngapain di sini? Hari sudah malam, angin pun bertiup kencang. Pasti Bundamu khawatir kalau kamu telat pulang” Ucap Stefy sahabat Deva yang baru saja mendatanginya
“Hhmm, aku malas di rumah. Aku ingin di sini. Disinilah aku dan ayahku memancing ikan” Jawab Deva
“Seandainya Ayahku masih hidup? Aku tidak akan sesedih ini, Stef” Sambung Deva lagi dengan wajah cemberut
“Yah, sebaiknya kamu pulang, nanti kamu sakit, kalau kamu sakit. Siapa yang rawat? Kan, kasihan Bunda kamu, sudah capek mengurusmu” Ucapnya lagi
“Iyah, yah. Makasih, stef. Kamu udah ingetin aku. Kalau Bundaku pasti capek dan khawatir” Ucap Deva
“Iyah, sama-sama” Ucap Stefy
“Yah, sudah. Aku pulang yahh! Dahh bye” Ucap Deva dan berlalu pergi
“Bye!” Sahut Stefy
Deva pun pulang ke rumah. Tampaknya, wajah Deva sudah kelihatan pucat.

@Home
“Pasti, kamu dari pantai, yah?” Tanya Devan kakak Deva
“Iyah, kak” Jawab Deva
“Kan, Kakak bilang jangan terlalu lama di pantai. Nih, kamu udah pucat” Ucap Devan dengan marah-marah
“Iyah, kak. Maaf” Sesal Deva
“Yah, sudah. Nih, ambil kertas yang ada
... baca selengkapnya di The Last Song For Mom Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 24 Juni 2016

Wiro Sableng #13 : Kutukan Empu Bharata

Wiro Sableng #13 : Kutukan Empu Bharata Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

SEJAK dinihari gumpalan awan hitam menggantung di udara. Paginya walaupun sang surya telah menampakkan diri namun karena masih adanya awan hitam itu, suasana kelihatan mendung sekali.Kokok ayam dan kicau burung tidak seriuh seperti biasanya, seolah-olah binatang-binatang itu tidak gembira menyambut kedatangan pagi yang tiada bercahaya itu. Di lereng timur Gunung Slamet, seorang laki-laki tua yang mengenakan kain selempang putih berdiri di depan teratak kediamannya. Janggutnya yang putih panjang menjela dada melambai-lambai ditiup angin pagi. Orang tua ini menengadah memandang kelangit.

"Mendung sekali pagi ini..." katanya dalam hati. Untuk beberapa lamanya dia masih berdiri di depan teratak itu. Kemudian terdengarlah suaranya berseru memanggil seseorang.

"Untung! Kau kemarilah . . . "

Meski umurnya hampir mencapai delapan puluh, namun suara yang keluar dari mulut orang tua itu keras lantang dan berwibawa. Sesaat kemudian seorang pemuda sembilanbelas tahun muncul dari dalam teratak. Parasnya tampan. Dia mengenakan sehelai celana pendek sedang dadanya yang tidak tertutup kelihatan bidang tegap penuh otot-otot.

"Empu memanggil aku . . .?" pemuda itu bertanya.

Si orang tua yang bernama Empu Bharata, menganggukkan kepalanya. "Keris Mustiko J
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #13 : Kutukan Empu Bharata Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 23 Juni 2016

Pesan untuk Anak-Anakku

Pesan untuk Anak-Anakku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tahun ini saya memasuki usia ke-50 tahun. Tidak hanya prestasi yang sudah berhasil saya wujudkan, tetapi juga sudah cukup banyak tantangan, rintangan, dan ujian yang saya hadapi dalam kurun waktu tersebut. Saya sangat bersyukur atas proses yang sudah jalani, terlebih saya diberi istri cantik yang selalu setia mendukung dalam suka dan duka, memiliki 2 anak lelaki tampan dan seorang putri yang cantik, mempunyai badan yang sehat, sebuah bisnis yang sedang tumbuh pesat, serta banyak teman yang begitu mengasihi dan peduli terhadap saya.

Selama 50 tahun ini ada juga beberapa hal yang tidak dapat saya wujudkan dan hilang dari kehidupan saya. Tetapi saya tidak pernah menyesali semua itu. Sebaliknya saya berusaha selalu bersyukur dan menikmati kehidupan ini apa adanya. Selama perjalanan 50 tahun ini, saya menyadari bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang terpenting dalam kehidupan ini. Kebahagiaan terdiri dari 3 komposisi, yaitu kesehatan, kekayaan yang cukup (tidak perlu terlalu kaya), serta kekuatan spiritual yang mampu mendatangkan ketentraman batin dan kestabilan emosi. Jika kita mampu menjaga ketiga komposisi tersebut selalu sei
... baca selengkapnya di Pesan untuk Anak-Anakku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu